THE MOST KUA JOYFUL RAMADAN
MUBARAK
Biringkanaya (Humas KUA
Biringkanaya)
Kantor Urusan Agama (KUA)
Biringkanaya menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTsN 2
Makassar, Rabu (25/02/2026). Hal ini berdasarkan Surat Edaran Dirjen Bimas
Islam Kemenag RI Nomor: B-104/DT.III.II/HM.01/2/2026 tanggal 10 Februari 2026
bahwa program the Most KUA bertujuan memperluas jangkauan layanan KUA
sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan keluarga.
Dalam sambutannya, Kepala KUA
Biringkanaya H. Abd. Rahman, S.Ag menyebutkan bahwa kegiatan BRUS pada program
the Most KUA ini merupakan bentuk optimalisasi pembinaan keluarga sakinah pada
bulan Ramadan 1447 H/2026 M yang diinisiasi oleh Dirjen Bimas Islam sebagai
rangkaian kegiatan Ramadan Kemenag RI yang bertajuk 'Joyful Ramadan Mubarak'.
Kegiatan ini menjadi ruang
pembinaan awal bagi remaja dalam membangun konsep diri yang sehat dan positif
di tengah kompleksitas tantangan kehidupan modern yang semakin beragam. Sesi
pertama BRUS mengangkat tema “Mengenali Diri” oleh Abd. Rahman Kepala KUA
Biringkanaya (Pemateri), Abd. Raup, Lc dan Muh. Alwi, S.Ag (Penghulu) dan
Penyuluh Agama Islam sebagai fasilitator.
Dalam paparannya, Abd. Rahman
menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi remaja agar mampu
memahami jati diri, potensi, serta nilai-nilai kehidupan sebagai dasar dalam
mengambil keputusan. Remaja perlu dibantu untuk mengenali siapa dirinya, apa
potensi yang dimiliki, dan nilai apa yang harus dijadikan pegangan dalam
menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Abd. Rahman.
Menurutnya, konsep diri yang
sehat akan membantu remaja mengenali kelebihan dan kekurangan secara
proporsional. Dengan demikian, remaja dapat mengembangkan potensi positif
sekaligus belajar mengelola sisi negatif yang ada pada dirinya. Ketika
remaja mengenal kelebihan dan keterbatasannya, mereka akan lebih percaya diri,
tidak mudah terpengaruh, dan mampu bersikap bijak dalam menghadapi berbagai
situasi. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa proses mengenali diri
merupakan fondasi penting bagi remaja dalam menyusun harapan dan arah hidup
yang lebih jelas. Remaja yang memiliki konsep diri yang sehat adalah
remaja yang memahami siapa dirinya, memegang nilai-nilai kebaikan, serta
menyadari potensi dan keterbatasan yang dimiliki. Dari sanalah tumbuh kepercayaan
diri dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan.
Dalam sesi diskusi, peserta
diajak menyadari bahwa mereka berada pada fase kehidupan yang sarat dengan
tantangan. Berbagai persoalan remaja seperti perilaku seks bebas, kehamilan
tidak diinginkan, pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, bullying, hingga
keterlibatan dalam geng remaja negatif menjadi realitas yang perlu dihadapi
dengan kesiapan mental dan spiritual.
Abd. Rahman menjelaskan bahwa
problematika tersebut tidak terlepas dari dinamika perkembangan remaja yang
meliputi aspek fisik, emosional-psikologis, serta kehidupan sosial. Oleh karena
itu, BRUS hadir sebagai sarana edukatif dan preventif agar remaja memiliki
bekal nilai agama, keterampilan hidup, serta kesadaran diri dalam menyikapi
berbagai pengaruh lingkungan.
Dengan mengenal diri secara utuh,
remaja diharapkan mampu menjaga diri, membuat pilihan hidup yang bertanggung
jawab, serta merancang masa depan yang lebih baik, pungkasnya.
Melalui kegiatan BRUS ini, KUA
Birinkanaya berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang
berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman secara
bijaksana.
Acara BRUS ini hadir dan diliput
oleh Bapak Afin dan Bapak Firman selaku Humas Kementerian Agama RI serta
mewawancarai Abd. Rahman, S.Ag (Kepala KUA Biringkanaya), Dr. Sugeng, MA dan
Hj. Suriani, S.Ag. (Penyuluh Agama Islam).



