KEGIATAN DALAM PROGRAM "THE MOST KUA JOYFUL RAMADHAN" KUA BIRINGKANAYA
A. Capaian The Most KUA - Move For Sakinah Maslahat Sesi IV BRUS KUA Biringkanaya
Upaya membekali dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap remaja sejak dini, agar mampu mengelola diri dan mengatasi problematika yang dihadapinya, Kantor Urusan Agama Biringkanaya menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK SMTI Kota Makassar, Rabu (04/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Joyful Ramadan Mubarak 1447H/2026M yang bertajuk The Most KUA - Move For Sakinah Maslahat, program yang diluncurkan oleh Kementerian Agama untuk memperkuat layanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan berdampak langsung bagi umat.
Kepala SMK SMTI Makassar, Basri Nur, S.Pd., M.Pd dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan. Basri mengatakan: “Terima kasih telah memilih sekolah kami sebagai tempat kegiatan, kami bangga kegiatan penting ini. Kepada anak-anakku agar mengikuti kegiatan ini secara seksama sampai tuntas. ini sangat berguna bagi kalian”. “Perlu kami informasikan kepada pihak KUA bahwa jumlah siswa siswi kami sekitar 600 siswa. dengan kegiatan ini mereka akan mendapatkan informasi dan pengetahuan baru, wawasan baru berbeda dengan mata pelajaran mereka selama ini di ruang kelas maupun tempat praktek. Ini adalah bekal ilmu untuk masa depan anak-anakku semua” tutupnya.
H. Abd. Raup, Penghulu Ahli Madya mewakili Kepala KUA Biringkanaya, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang menerima tim BRUS dengan baik sejak saat koordinasi hingga terselenggaranya kegiatan ini. “Saya mewakili Kepala KUA Biringkanaya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak sekolah yang menerima kami dengan sangat baik. Tentu kami juga sangat berharap bisa melaksanakan kembali kegiatan yang sama di tempat ini di masa datang. Meskipun kegiatan ini singkat, kami berharap hasilnya maksimal bagi peserta”. “Remaja kita saat ini sangat butuh pendampingan dan arahan. Namun harus disadari usia remaja penuh gejolak dan dinamika. Remaja butuh didengar, butuh diapresiasi. Melaui serangkain instrumen dari materi yang akan disampaiakan diharapkan remaja dapat mengenal dirinya, potensinya dan cita-citanya serta apa saja yang dilakukan untuk menggapai cita-cita tersebut” pungkasnya.
Dari sesi ke sesi penyampaian materi difasilitasi oleh H. Abd. Raup yang dampingi oleh Hj. Suriani sebagai Fasilitator Terbimtek bersama beberapa orang Penyuluh sebagai Co-Fasilitator. Pelaksanaan bimbingan remaja usia sekolah berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang sangat memuaskan. Dibuktikan dengan meningkatnya keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Hal lain yang mendukung adalah kehadiran beberapa orang guru yang mendampingi siswa dalam kegiatan mulai dari awal hingga akhir acara BRUS.
Dengan ruang belajar yang luas memungkinkan menggunakan teknik fasilitasi dan metode bimbingan lebih efektif. Untuk mengefektifkan proses bimbingan yang diikuti sebanyak 86 orang, peserta dibagi beberapa kelompok, sehingga Fasilitator dan Co-Fasilitator optimal mendampingi dan mengaktifkan peserta dalam curah pendapat dan berdiskusi.
|
Apa (What): Menjelaskan
kejadian atau peristiwa yang sedang |
Rangkaian Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M yang bertajuk The Most
KUA - Move For Sakinah Maslahat, KUA Biringkanaya kembali menggelar layanan
bergerak kepada remaja melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) |
|
Kapan (When): Menjelaskan
waktu atau tanggal terjadinya peristiwa |
Kegiatan yang dilaksanakan sebelum shalat Dhuhur pada hari Senin, 2
Maret 2026. |
|
Di mana (Where): Menjelaskan
lokasi atau tempat terjadinya peristiwa |
Di Masjid Dakwatul Ihsan Lembagai Pemasyarakatan Kelas I Makassar |
|
Siapa (Who): Menjelaskan
siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut. |
Tampil sebagai Fasilitator,
Abd. Rahman (Kepala KUA Biringkanaya) bersama Penyuluh sebagai Co-Fasilitator
mendampingi peserta selama proses bimbingan berlangsung. Bimbingan diikuti sebanyak
60 orang |
|
Mengapa (Why): Menjelaskan
alasan atau motif di balik terjadinya peristiwa |
Kegiatan ini sebagai insersi
program Pembinaan Mental kerjasama Pengelola Lapas dengan Kementerian Agama
Kota Makassar yang digerakkan oleh Penyuluh Agama. |
|
Bagaimana (How): Menjelaskan
cara atau metode terjadinya peristiwa. |
Bimbingan keluarga digelar sesuai materi dan instrumen berdasarkan
modul BRUN dengan sesi materi Memahami
diri, Membangun Keluarga Sakinah, dan Mempersiapkan Diri. Peserta yang terdiri dari remaja yang sementara magang dan binaan Lapas,
baik belum menikah maupun yang telah menikah. Peserta aktif dan serius
mengisi instrumen yang berikan dan melakukan curah pendapat, dialog dan tanya
jawab. |
C. Capaian The Most KUA - Move For Sakinah Maslahat Sesi II BKS KUA Biringkanaya
|
Apa (What): Menjelaskan kejadian atau peristiwa yang
sedang |
Rangkaian Joyful Ramadan Mubarak
1447 H/2026 M yang bertajuk The Most KUA - Move For Sakinah Maslahat, KUA
Biringkanaya kembali menggelar layanan bergerak kepada ibu-ibu Majelis Taklim
melalui kegiatan Bimbingan Keluarga Sakinah (BKS) |
|
Kapan (When): Menjelaskan waktu atau tanggal
terjadinya peristiwa |
Kegiatan yang dilaksanakan
setelah shalat Dhuhur hingga menjelang buka puasa, dengan beberapa rangkaian
kegiatan pada hari Ahad, 1 Maret 2026. |
|
Di mana (Where): Menjelaskan lokasi atau tempat
terjadinya peristiwa |
Kali ini kegiatan digelar di luar
wilayah kecamatan Biringkanaya, Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid
Al-Markaz Al-Islami dengan fasilitas yang tersedia seperti videotron yang
cukup membantu proses pembelajaran. |
|
Siapa (Who): Menjelaskan siapa saja yang terlibat
dalam peristiwa tersebut. |
Tampil sebagai Fasilitator, Abd. Rahman (Kepala KUA
Biringkanaya) bersama Penghulu dan Penyuluh sebagai Co-Fasilitator
mendampingi peserta selama proses bimbingan berlangsung. Kepala Seksi Bimas Islam, H. Ambo Sakka Ambo turut
hadir memantau kegiatan. Bimbingan diikuti sebanyak 60 orang terdiri dari
beberapa utusan majelis taklim |
|
Mengapa (Why): Menjelaskan alasan atau motif di
balik terjadinya peristiwa |
Kegiatan ini sebagai insersi
program Klinik Samara kerjasama BPH Masjid Al-Markaz Al-Islami dengan
Kementerian Agama Kota Makassar yang dilaksanakan setiap hari Sabtu-Ahad
selama bulan Ramadhan. |
|
Bagaimana (How): Menjelaskan cara atau metode
terjadinya peristiwa. |
Bimbingan keluarga digelar
sesuai materi dan instrumen berdasarkan modul, meskipun hanya satu sesi
materi yang disajikan karena waktu terbatas. Nampak ibu-ibu Majelis Taklim
aktif dan serius mengisi instrumen yang berikan dan melakukan curah pendapat,
dialog dan tanya jawab terkait materi Memahami Diri, Pasangan dan Menetapkan
Visi Keluarga Sakinah. |
Editor: Alwi